Ambarawa: Museum Kereta Api Ambarawa, Tut Tut Tut!


To my surprise, Indonesia actually have a Train Museum – like, a big and old one – in Ambarawa area. The name itself represents the location, which is “Museum Kereta Api Ambarawa” or in English it’s “Ambarawa Train Museum”. You can found it near the Tank Statue, turn right, where you’ll find a bus parking area, keep straight until there’s a railway in front of the market. That’s the location. There will be this parking guy that will guide you to park your car.

Ternyata, Indonesia memiliki sebuah museum kereta api – yang sangat besar dan cukup tua – di daerah Ambarawa. Namanya pun merepresentasikan tempat museum ini berada, yaitu Museum Kereta Api Ambarawa. Kamu bisa menemukan museum ini didekat patung Tank, kemudian belok ke kanan, lalu akan terdapat sebuah parkiran bus, lurus saja sampai ada sebuah pasar dan juga rel kereta api. Disitulah tempatnya. Akan ada beberapa tukang parkir yang menuntun untuk mencari tempat parkir, sehingga kamu nggak mungkin tersesat.

 

THE ENTRANCE



As usual, we need to buy the entrance ticket to enter Ambarawa museum. 1 person can buy up to 4 tickets in one time. So if you’re 5 or more people, don’t just assign 1 person to buy the ticket. For you who wants to board the old train, the ticket for that is sold inside.


Seperti biasanya, kita perlu membeli tiket untuk masuk ke dalam museum tersebut. 1 orang dapat membeli sampai dengan 4 tiket. Jadi, kalau kamu berombongan 5 orang atau lebih, jangan hanya meletakkan 1 orang saja di antrian, ya! Bagi kalian yang ingin menaiki kereta tua untuk berkeliling, tiketnya bisa dibeli didalam area museum.

Loket penjualan tiket


THE AMBARAWA TRAIN MUSEUM



Actually, if you go inside, it’s not actually a museum. It’s more like a train storage. You’ll feel amazed and definitely interested because it’s not like other museum you’ve ever seen before. There’s no fancy walls, hall, and other indoor area there. It’s outdoor and totally an open area, with a railway, some old train that doesn’t work again but looks really cool, and an old look alike train station – the place that will allow you to try and board the old train to get around Ambarawa –


Apabila kamu pergi ke dalam, model museum ini tidak seperti museum. Tempatnya lebih ke arah tempat penyimpanan kereta. Kamu akan merasa takjub dan segera tertarik dengan tempat ini karena museum ini tidak seperti museum yang pernah kamu lihat atau kunjungi sebelum-sebelumnya. Tidak ada tembok yang indah, sebuah hall, dan juga tempat-tempat indoor lainnya. Museum ini berbentuk outdoor dan benar-benar terletak di area terbuka, lengkap dengan rel kereta api, kereta tua yang sudah tidak bisa digunakan tetapi sangat keren, dan sebuah stasiun kereta api tua – tempat dimana kamu bisa menaiki kereta tua untuk berkeliling Ambarawa –

You can see the old wheel train, the old train carriage, and also the body of the train. Feel free to look around, touches everything, and take pictures of everything! You even can pose in the middle of the railway if you want! Just have fun and let your imaginations go wild in the pictures, okay?
Kamu bisa melihat roda kereta tua, gerbong kereta, serta badan dari kereta itu sendiri. Silahkan melihat-lihat disekitar, menyentuh apapun yang kamu mau, dan ambillah gambar dari semuanya! Kamu juga bisa berpose ditengah-tengah rel kereta api kalau kamu mau! Bersenang-senanglah dan berimajinasilah yang tinggi disetiap gambar yang kamu ambil, oke?



Unfortunately, I can’t tell you much about the scenery and what it feels like to board the old train. I don’t get a chance to even try to board it once. 🙁 See the reason on the suggestion part below.
Sayangnya, aku tidak bisa mengatakan mengenai keindahan pemandangan serta bagaimana rasanya untuk menaiki kereta tua disana. Aku tidak mendapatkan kesempatan untuk mencobanya. Lihatlah alasan kenapa aku nggak sempat naik kereta tua dibagian saran ya 🙂

This is what the train looks like!


THE SUGGESTION



My suggestion for you is only one. Don’t go there on the afternoon like I do. Go there on the morning, especially if it’s on weekends / holiday. Why? It’s so damn crowded with a lot of people and you’re most likely can’t board the old train – the queue is just too long until it’s making a long snake shape queue –
I don’t get to board the old train because of that. At that national holiday, I reached the place at exactly 10.45 a.m and finally give up to get the train ticket – just imagine how long the queue is! –

Saranku pada kamu adalah satu. Jangan pergi ke museum pada siang hari sepertiku. Pergilah kesana pagi hari, terutama jika hari tersebut adalah hari libur. Mengapa? Tempat ini sangatlalh ramai dengan banyak orang dan kemungkinan besar kamu tidak akan bisa mencoba naik kereta tua. Antriannya sangat panjang hingga membentuk seperti badan ular, berkelok-kelok panjang. Aku tidak bisa naik kereta karena hal tersebut. Padahal, aku sampai tempat pada jam 10.45 pagi dan menyerah untuk mendapatkan tiket kereta. Bayangkan saja, betapa panjang antrian tersebut!

Besides, as far as I know, the train only operates 3 times a day (on 11 p.m, 1 p.m, and 3 p.m) So eventhough you manage to bought the tickets after a long queue, it might be for the 3 p.m train. For me who reach the place at 10.45 a.m and get the 3 p.m clock, it’s not worth the wait. I still have so many places to go, so I don’t take it. If you have a lot of time, maybe time doesn’t matter, right?
Well, I hope this suggestion helpful and you guys could make it!

Lagipula, sepanjang pengetahuanku, kereta disini hanya beroperasi 3 kali saja dalam sehari (jam 11, 1, dan 3 siang) Jadi, meskipun kamu bisa membeli tiketnya setelah antrian panjang, mungkin saja tiket terseebut untuk jam 3 siang. Bagiku yang sampai disana pada jam 10.45 pagi dan mendapatkan tiket pada jam 3 sore itu sangat tidak layak untuk ditunggu. Aku masih punya banyak daftar tempat untuk dikunjungi, jadi aku tidak mengambil tiket tersebut. Kalau kamu memiliki banyak waktu, mungkin waktu itu tidak terlalu bermasalah, bukan?
Aku berharap saran ini membantu dan kalian bisa coba naik keretanya ketika disana!



So yes, I got another lesson from here. Things can’t be predicted while you’re travelling. Just keep cheering and craving for more adventure ahead!

Yep, aku mendapatkan pelajaran baru dari perjalanan kali ini. Hal-hal memang bisa menjadi tak terduga ketika kamu sedang jalan-jalan. Jadi, tetaplah ceria dan semangat untuk perjalanan-perjalananan selanjutnya!

More stories about Semarang – Ambarawa Trip?
Feel free to click Here

Mau baca-baca cerita lagi seputar Semarang – Ambarawa?
Ayok, klik disini!


Thanks, reader(s)!

Add me in Snapchat for Live Updates!
meganfaustine


FOLLOW ME:

 INSTAGRAM | GOOGLE+ | TWITTER

6 Comments

  1. Erlan Eizer 1 Februari 2015
  2. Erlan Eizer 1 Februari 2015
  3. Made in Mauve 1 Februari 2015
  4. Megan Faustine 2 Februari 2015
  5. Megan Faustine 2 Februari 2015
  6. Rizki Fadel 4 Februari 2016

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Want to read my Travel Story? Click Here
+ +